Kampar - Genangan air yang kerap muncul saat hujan turun di Desa Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang, selama ini menjadi persoalan yang cukup mengganggu aktivitas warga. Air yang meluap ke badan jalan bukan hanya membuat akses masyarakat terganggu, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan permukiman di sekitar jalan desa.
Keluhan itu kini mulai terjawab. Anggota DPRD Kabupaten Kampar sekaligus Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Ropii Siregar, merealisasikan pembangunan drainase sepanjang 150 meter di desa tersebut melalui dana aspirasi yang ia perjuangkan pada masa jabatannya periode kedua, Selasa (19/5/2026).
Pembangunan drainase itu menjadi salah satu program yang dinilai paling dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, persoalan saluran air sering kali berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Ropii mengatakan, pembangunan infrastruktur lingkungan seperti drainase tidak boleh dipandang sebagai proyek kecil semata. Menurut dia, keberadaan saluran air yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.
“Yang dibutuhkan masyarakat kadang bukan hanya proyek besar, tetapi hal-hal mendasar yang langsung dirasakan manfaatnya. Drainase ini salah satunya,” kata Ropii.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, dirinya berupaya menjaga konsistensi pengabdian kepada masyarakat sejak pertama kali dipercaya duduk di DPRD Kampar. Selain pembangunan infrastruktur lingkungan, ia mengaku selama ini juga aktif memperjuangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial bagi masyarakat di daerah pemilihannya.
Daerah pemilihan Ropii meliputi Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, Kuok, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu. Ia kembali terpilih pada periode kedua setelah memperoleh dukungan masyarakat yang cukup kuat di sejumlah wilayah tersebut.
Menurut Ropii, kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap kebutuhan warga. Karena itu, dana aspirasi yang dimiliki anggota legislatif harus benar-benar diarahkan untuk program yang memiliki dampak langsung.
“Prinsip kami bagaimana anggaran yang ada bisa kembali dirasakan masyarakat. Aspirasi warga harus diperjuangkan,” ujarnya.
Di sisi lain, dinamika pembangunan di Kabupaten Kampar saat ini juga dinilai membutuhkan sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah. Ropii menyebut, di bawah kepemimpinan Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Misharti, pihaknya ingin mendorong pembangunan yang lebih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kedekatan politik antara kader partai dan pemerintah daerah disebut menjadi salah satu modal untuk mempercepat realisasi program-program pembangunan di tingkat masyarakat. Misharti sendiri diketahui juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kampar.
Bagi warga Desa Bukit Payung, pembangunan drainase tersebut membawa harapan baru agar persoalan genangan air yang selama ini terjadi dapat diminimalkan. Seorang warga bernama Mujiyana mengaku bersyukur karena aspirasi masyarakat akhirnya mendapat perhatian.
“Kalau hujan deras sebelumnya air sering naik ke jalan. Sekarang kami berharap sudah lebih baik karena drainasenya sudah dibangun,” ujar Mujiyana.
Pembangunan drainase sepanjang 150 meter itu memang terlihat sederhana dibanding proyek-proyek besar lainnya. Namun bagi masyarakat desa, keberadaan saluran air yang memadai menjadi simbol bahwa kebutuhan dasar warga tetap mendapat perhatian.
Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap wakil rakyat, proyek-proyek kecil yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat justru sering menjadi ukuran paling nyata tentang sejauh mana komitmen pengabdian dijalankan.(Adv)
#Kampar