Bangkinang Kota — Pemerintah Kabupaten Kampar menampilkan kekompakan lintas sektor pangan dengan mengikuti Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan oleh Kementerian Pertanian RI secara virtual, Rabu (7/1/2026). Langkah itu menegaskan ambisi Kampar menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Riau.
Agenda daring tersebut diikuti dari Ruang Zoom Media Center, Gedung Asisten II Setda Kampar, Bangkinang Kota. Asisten II Setda Kampar Muhammad, M.Si hadir bersama Kepala Dinas Pertanian Nurilahi Ali, SP., MMA dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dr. Yuli Usman, M.Ag.
Muhammad menekankan, pencapaian swasembada yang diumumkan pemerintah pusat harus diterjemahkan ke level desa lewat optimalisasi lahan dan sinkronisasi data produksi.
“Kami hadir bersama Kadis Pertanian dan Kadis Ketahanan Pangan untuk memastikan strategi di lapangan berjalan selaras dengan kebijakan pusat. Kampar harus jadi lumbung pangan di Provinsi Riau,” kata Muhammad.
Ia mendorong pemerintah desa memetakan lahan potensial, termasuk mengaktifkan lahan tidur agar produktivitas pertanian pangan meningkat.
Sementara itu, Nurilahi menyebut, penguatan sektor hulu terus dilakukan lewat pembinaan kelompok tani, distribusi alat mesin pertanian (alsintan), dan optimalisasi peran penyuluh.
“Fokus kami intensifikasi dan perluasan tanam. Pendampingan petani terus kami perkuat agar target produksi bisa tercapai,” ujar Nurilahi.
Yuli Usman menambahkan, selain produksi, aspek cadangan dan distribusi pangan juga menjadi fokus untuk memastikan stabilitas ketersediaan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal panen, tapi bagaimana pangan tersedia, terdistribusi, dan dikonsumsi secara beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA),” jelasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kampar mendorong penguatan sentra padi dan jagung di sejumlah kecamatan produktif, termasuk kawasan hortikultura.
Pemkab juga mengintegrasikan agenda pangan ke dalam rencana pembangunan daerah sebagai respons atas tantangan ketersediaan dan fluktuasi distribusi.
Kegiatan Panen Raya Nasional virtual itu turut diikuti berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari konsolidasi data dan strategi percepatan swasembada pangan 2026.(Advertorial)
#Kampar